Monday, April 16, 2012

Pendakian Gunung Agung Via Pura Besakih

               Gunung Agung Terletak di Pulau Bali, memiliki ketinggian 3142 m dpl,. Untuk mendaki gunung ini dapat menggunakan tiga jalur yaitu. Di sisi barat daya gunung agung yaitu jalur pura besakih, di sisi selatan jalur sangkan kuasa, di sisi tenggara jalur Budakeling, di sisi utara gunung agung jalur pura pasar agung. Jalur yang saya gunakan pendakian kali ini adalah jalur Pura Besakih, dari sisi Barat Daya.
                Kalau waktu tahun 2009 di gunung agung tidak ada basecamp pendakian, jadi kita ngurus perijinan di Pos Polisi dekat pura besakih, kalau tidur pun gak di perbolehkan dikantor polisi, kata bapaknya se “ takutnya nanti kalau ada pengecekan dari atasan mas,,” gtu, ya uda tidurnya di suru ke tempat peralatan musik di depan pura besakih. Gunung Agung merupakan salah satu gunung yang sakral, saat pendakian tidak di perbolehkan membawa bahan dari kulit sapi, membawa makanan yang berbau sapi, seperti abon sapi, atau cornet, atau apalah, pokoknya segala yang dari sapi tidak di perbolehkan. Sebenarnya saya pribadi tidak percaya dengan yang kayak gituan, tapi memang waktu saya naek ada kejadian yang tidak di inginkan, gara2 melanggar peraturan itu. Simak ceritanya..
                Saya berangkat dengan 8 orang, 2 orang dari mapala aesthetica istn Jakarta, dan 5 orang dari teknik kimia UI, 1 orang guide. Disana di wajibkan pake guide, sekali pake ongkos saat 2009 yaitu 350rb/4 org,  tapi kita di perbolehkan 350rb/8 org, (mohon2 sambil melas2 se,,hhe), jadi per orang kena Rp 37.rb,- . Berangkat  dari Pos Polisi Pura Besakih pukul 13.00, track uda nanjak dengan suasana ladang trz berganti dengan hutan, Cuma gak terlalu lebat, jam 14.00 saya sudah sampai di Pura 
                Pengubengan, di situ kami masak2 dlu (ngopi sama ngeteh lah, dan gak lupa gudang garam,,hhe).  Dari Pura Pengubengan kita lanjutkan menuju tempat camp, ( lgsung di track sama guidenya,,). Sampai tempat camp jam 22.00, tempatnya bukan di pos tapi di tengah jalan, masih di bawah Kori Agung. Orang waktu itu si guide juga g jelasin tentang nama2 tempatnya, atau posnya mana aja. Acara berlanjut makan malam dan tidur. Paginya kita bangun terlambat pukul 06.00, jadi kita ngisi perut dulu, trz jam 07.00 langsung track ke puncak. Sekitar 30 menit kita sudah sampai di Kori Agung, di situ ada batu besar dan ada sebuah cerukan untuk berlindung dari angin. Dari batu besar ke plawangan di tempuh dengan waktu 45 menit. Dari Plawangan kepuncak dengan jalur batu dan kiri-kanan jurang, di sertai dengan angin yang kenceng, nyampe puncak 1 pukul 10.30, gak nyampe 30 menit uda sampai ke puncak 2. Lah waktu disini ada perdebatan antara guide dan kita, katanya se guide “ kita g bias ke puncak yang ketiga dikarenakan punggungan jalur kesana uda patah, lagian cuaca juga g mendukung cz angin kenceng..”, tp kita te2p bersikeras pengen kesana. Akhirnya dengan segala pertimbangan, dan dengan  berat hati, kita batalkan rencana kepuncak yang ketiga..huhu. dari puncak ke 2 kita dapat melihat gunung rinjani, serta pemandangan yang laen. Setelah acara dipuncak selesai kita berlanjut turun ke tempat camp. Seperti biasa, sebelum turun kita isi perut dulu biar gak laper di tengah jalan. Jam 14.00 kita mulai turun dari tempat camp ke pura pengubengan, Jam menunjukkan pukul 23.00 sampai di pura pengubengan. Itu lama di karenakan ada salah satu dari rombongan yang sudah tidak kuat jalan, jadi jalannya pake pantat alias ngesot..hhe. terus ada kejadian, dompet temenku yang ngesot itu ilang, mungkin jatuh y, karena dompet di taruh di saku belakang celana. Dia bilang kalau dompetnya itu dari bahan kulit sapi, apakah itu dikarenakan dia melanggar peraturan,.apa mungkin gara2 dari kulit sapi trz ilang atau mungkin emang uda takdirnya ilang , gak tau persisnya, yang saya tau dompetnya ilang gitu aj,,hhe. 
                Akhirnya kita rembugan dulu, dan malem itu juga dompet pun di cari, sama si mas guide dan salah satu orang dari Tek Kim UI. Mereka mencari dari Pura Pengubengan-Tempat camp-Pura Pengubengan. Sambil nunggu mereka nyari, kita tidur di pura pengubengan. Pagi mereka uda samapi ke pura Pengubengan, tapi tidak ada hasil, dompetnya tidak ketemu. Mereka 5 orang dari Tek Kim UI memutuskan untuk tetap tinggal di pura Pengubengan karena besok masih mau nyari dompet yang ilang itu (isinya uang 500rb + ATM se,,). Dan saya dan 2 teman dari ISTN memutuskan untuk turun ke Pura Besakih duluan, karena memang bekal kita uda habis.  Setelah seharian semaleman ditungguin akhirnya mereka sampai juga di pura besakih, dengan hasil yang sama, dompetnya tidak ketemu..(sayang y 500rb melayang..hhe). Y sudahlah di ikhlasin aja. Akhirnya pendakian berakhir dan kita kembali berpisah, saya dengan 2 teman ISTN, langsung nyebrang ke jawa. Cerita berlanjut ke pendakian berikutnya..C_U..

Comments
0 Comments

0 komentar:

 

Followers

Labels